Dua Saksi Swasta Dicekal KPK dalam Kasus Gratifikasi Bupati Sunjaya

publicanews - berita politik & hukumBupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - KPK mengirimkan surat pencegahan keluar negeri terhadap dua saksi dalam kasus dugaan gratifikasi yang menjerat Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra. Keduanya adalah swasta Heru Dewanto dan Teguh Haryono.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan,pelarangan tersebut berlaku untuk 6 bulan, terhitung sejak 1 November 2019. Ia menambahkan pelarangan dilakukan untuk kepentingan penyidikan.

"Akan dibutuhkan keterangannya dalam proses Penyidikan ini ataupun perkara terkait lainnya, dan agar saat diagendakan pemeriksaan tidak sedang berada di luar negeri," ujar Febri dalam pesan singkatnya, Jumat (15/11).

Sebelumnya KPK juga telah mencekal General Manager Hyundai Engineering Construction (HDEC) Herry Jun, Camat Beber Rita Susana dan Camat Astanapura Mahmud Iing Tajudin. Kedua camat ini adalah pasangan suami-istri.

HDEC merupakan satu dari tiga kontraktor utama dalam pembangunan proyek PLTU-2 Cirebon yang dimulai pada 2016 silam tersebut.

Dalam kasus ini, KPK menduga Bupati Cirebon 2013-2018 Sunjaya menerima duit terkait perizinan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap Cirebon 2. Total duit yang diduga diterima oleh Sunjaya dalam suap perizinan itu sebesar Rp 6,04 miliar.

Dugaan suap terkait proyek pembangkit listrik ini sebelumnya sudah muncul dalam proses persidangan perkara suap jual beli jabatan yang juga menjerat Sunjaya. Dalam kasus itu, Sunjaya divonis 5 tahun penjara oleh majelis hakim pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung pada 22 Mei 2019. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top