Korupsi 14 Proyek Fiktif

KPK Periksa Kabag Keuangan Waskita Karya Yuli Ariandi

publicanews - berita politik & hukumGeneral Manager Divisi IV PT Waskita Karya Fathor Rachman. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya (WK) Yuly Ariandi Siregar dipanggil KPK dalam kasus dugaan korupsi 14 proyek fiktif. Pada saat bersamaan penyidik KPK juga memanggil Staf Keuangan Divisi II WK Wagimin

Yuly bersama General Manager Divisi IV WK Fathor Rachman (FR) adalah tersangka dalam kasus ini. Keduanya sudah dicegah ke luar negeri.

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka FR," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jumat (15/11).

KPK menduga Fathor dan Yuly menunjuk sejumlah perusahaan subkontraktor melakukan pekerjaan fiktif pada 14 proyek. Proyek-proyek tersebut tersebar di Sumatra Utara, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Bali, Kalimantan Timur, hingga Papua.

KPK Terus Gali Kesaksian Petinggi dan Karyawan Waskita Karya

Modus korupsinya adalah seolah-olah ada kontrak baru dengan menunjuk empat perusahaan subkontraktor, padahal proyek tersebut adalah proyek lama. Penyidik mencium indikasi double budgeting atau penganggaran ganda.

Oleh pihak subkontraktor, uang pembayaran kemudian dikembalikan ke WK untuk dibagi-bagi lagi. Atas tindakan culas ini, negara ditaksir mengalami kerugian sekurang-kurangnya Rp 186 miliar.

Fathor dan Yuly dijerat dengan dengan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Juncto. Pasal 65 ayat (1) KUHP. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top