Suap Proyek Infrastruktur

Dirut PDAM Indramayu Tatang Sutardi Dipanggil KPK

publicanews - berita politik & hukum
PUBLICANEWS, Jakarta - Direktur Utama PDAM Indramayu Tatang Sutardi masuk daftar pemeriksaan saksi oleh penyidik KPK. Sedianya keterangan Tatang diperlukan untuk berkas penyidikan kasus dugaan korupsi proyek infrastruktur di lingkungan Pemkab Indramayu, Jawa Barat.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SP (Bupati Supendi)," ujar Juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Kamis (14/11).

Selain Tatang, saksi lain yang turut dipanggil adalah Direktur PT Wijaksana Putra Mulya Kaswadi dan Dirut PT Rizki Daya Cipta Rizki Ramadani.

Sslain Supendi, KPK juga menetapkan tersangka terhadap Kepala Dinas PUPR Omarsyah abupaten Indramayu, Kepala Bidang Jalan di Dinas PUPR Wempy Triyono, dan swasta Carsa AS.

Carsa diduga KPK memberikan fee 5-7 dari nilai proyek infratruktur di Indramayu. Rinciannya Rp 200 juta untuk Supendi, Rp 350 juta untuk Omarsyah, dan Wempy mendapatkan Rp 560 juta.

KPK menjerat ketiganya dengan Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 dan Pasal 12 B Undang-udang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara Carsa selaku penyuap disangkakan melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU yang sama. (han)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. shes one the @siswandi15 November 2019 | 09:36:02

    Warning bagi pdam, jgn smp terlibat apalagi menjadi tersangka, pelajaran beharga bagi tukang ledeng.

Back to Top