Alasan OC Kaligis Gugat Kasus Lama Novel Baswedan

publicanews - berita politik & hukumOC Kaligis. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Pengacara senior sekaligus terpidana kasus korupsi Otto Cornelius Kaligis tetap melanjutkan gugatan perdata atas kasus penyidik KPK Novel Baswedan. Gugatan dilayangkapan kepada Jaksa Agung dan Kejaksaan Negeri Bengkulu.

Ia memiliki sejumlah alasan membuka kembali kasus pidana pencurian burung walet itu. Pertama, ia menyebut bawahan Novel saat menjadi Kasatreskrim Polres Bengkulu pada 2004 bernama Donny sudah melaporkan Novel karena disuruh tanda tangan di BAP sebagai pembunuh.

Kedua, laporan dari eks Direktur Penyidikan KPK Irjen Pol Aris Budiman. "Ketiga, putusan PN Bengkulu memerintahkan kepada Jaksa Agung Prasetyo melimpahkan perkara, sudah ada nomornya, tidak dilimpahkan," kata Kaligis di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Rabu (13/11).

Terbaru, kata ayah dari aktris Velove Vexia ini, aduan dari Dewi Tanjung yang mempersoalkan dugaan rekayasa penyerangan Novel. "Kalau orang lempar air kan masa ada remote control-nya biji mata aja yang kena, ini enggak kena (pipi bawah mata). Beton aja rusak," ia menjelaskan.

Ia mempertanyakan kenapa kasus tersebut tidak berjalan. "Saya gugat Novel, saya mau lihat apakah penegakan hukum itu berlaku bagi semua orang secara sama," kata OC Kaligis.

Kasus novel saat menjabat Kasatreskrim pernah disidik Mabes Polri dan dinyatakan P21 pada 2015. Namun, kasus yang sudah didaftarkan di PN Bengkulu kemudian dihentikan oleh Kejari Bengkulu.

Kasus ini kemudian masuk gugatan praperadilan yang diajukan korban penembakan anggota Polres Bengkulu. Gugatan praperadilan dikabulkan.

Gugatan OC Kaligis terdaftar dengan nomor perkara 958/Pdt.G/2019/PN JKT.SEL dengan agenda sidang perdana pada 4 Desember 2019.

OC Kaligis menyatakan Jaksa Agung dan Kejari Bengkulu melakukan perbuatan melawan hukum karena para tergugat dinilai tidak melaksanakan isi putusan Praperadilan PN Bengkulu Nomor 2 Pid.Pra/2016/PN.Bgl, tertanggal 31 Maret 2016.

Dalam permohonannya, penggugat meminta agar tergugat melanjutkan penuntutan perkara atas nama Novel Baswedan bin Salim Baswedan untuk segera disidangkan. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top