Suap Dana Hibah KONI

Hakim PN Jaksel Tolak Praperadilan Imam Nahrawi

publicanews - berita politik & hukumEks Menpora Imam Nahrawi. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Hakim tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Eldin menolak gugatan praperadilan yang diajukan oleh mantan Menpora Imam Nahrawi. Dalam putusannya hakim berpandangan penetapan tersangka Imam dalam kasus dugaan suap dana hibah KONI sudah sesuai prosedur.

"Mengadili, menyatakan eksepsi pemohon tidak dapat diterima. Menolak praperadilan pemohon untuk seluruhnya," kata hakim Elfian membacakan amar putusan di PN Jakarta Selatan, Jumat (8/11).

Selain itu Hakim juga menyatakan penahanan yang dilakukan oleh KPK terhadap Imam adalah sah. Meskipun saat itu sejumlah pemimpin KPK menyerahkan mandat pada presiden, namun penyerahan mandat itu pun belum direspon oleh presiden.

"Secara de facto pimpinan KPK yang mundur masih melakukan tugasnya. Dari pertimbangan tersebut, di KPK tidak ada kekosongan pimpinan, oleh karenanya apa yang dilakukan termohon adalah tidak bertentangan. Dengan demikian surat penahanan adalah sah," Hakim Eldin menjelaskan.

Imam ditetapkan sebagai tersangka bersama asisten pribadinya, Miftahul Ulum, berdasarkan pengembangan kasus dana hibah Kemenpora ke KONI tahun 2018. Keduanya diduga menerimaRp 14,7 miliar dalam rentang 2014-2018.

Kemudian pada periode 2016-2018, Imam diduga juga meminta uang sejumlah Rp 11,8 miliar. Dengan demikian total uang yang didapat Imam selama menjadi Menpora adalah Rp 26,5 miliar.

Uang tersebut merupakan commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan oleh pihak KONI kepada Kemenpora, kemudian dari jabatan Imam sebagai Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima dan penerimaan lain yang berhubungan dengan jabatan Imam selaku Menpora.

Imam dan Miftahul disangka melanggar pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 12 huruf B atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top