Enam Saksi Dipanggil untuk Perkara Bupati Supendi

publicanews - berita politik & hukumBupati Supendi (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Enam orang bakal diperiksa KPK dalam kasus dugaan pengaturan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Mereka akan bersaksi bagi mantan bosnya, Bupati Supendi.

Keenam saksi tersebut adalah staf Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Ferry Mulyadi, Direktur PT Bagas Jaya Sukarto, dan swasta Jodan Castrena. Kemudian staf Sespri Bupati Suwargi alias Ucok, serta dua orang swasta, yakni Mista dan Tita Juwita.

"Hari ini KPK mengagendakan pemeriksaan terhadap enam saksi dalam tindak pidana korupsi suap terkait dengan pengaturan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu pada tahun 2019," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (12/11).

Kemarin, KPK juga telah memeriksa lima orang saksi. Dari kelimanya, penyidik mendalami soal pengaturan proyek-proyek pada Dinas PUPR Kabupaten Indramayu dan aliran dana kepada pihak-pihak yang ikut terlibat dalam pengaturan proyek tersebut.

KPK menetapkan Bupati Supendi sebagai tersangka atas dugaan menerima suap dalam pengaturan proyek di lingkungan kekuasaannya. Selain Supendi, KPK juga menetapkan tiga tersangka lainnya, yakni Kadis PUPR Omarsyah, Kabid Jalan Dinas PUPR Indramayu Wempy Triyono, serta swasta Carsa AS.

Supendi diduga sering meminta sejumlah uang kepada Carsa selaku rekanan penggarap proyek sejak Mei 2019 sejumlah Rp 100 juta.

Tak hanya Supendi, Omarsyah dan Wempy Triyono juga beberapa kali menerima uang dari Carsa. Pemberian uang ke Bupati Supendi serta dua pejabatnya disinyalir terkait dengan pemberian proyek-proyek dinas PUPR Kabupaten Indramayu.

Carsa tercatat menggarap tujuh proyek di Dinas PUPR dengan nilai Rp 15 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Supendi total menerima uang dari Carsa sebesar Rp 200 juta. Sedangkan Omarsyah diduga menerima Rp 350 juta dan sepeda, sementara Wempy menerima Rp 560 juta.

Uang tersebut diduga bagian dari komitmen fee 5 sampai 7 persen dari nilai proyek yang dikerjakan Carsa. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top