Suap Pengurusan DAK

Tenaga Ahli Fraksi PAN Suherlan Dipanggil KPK

publicanews - berita politik & hukumPolitisi PAN Sukiman (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Tenaga Ahli Fraksi PAN di DPR Suherlan hari ini dimintai keterangan KPK sebagai saksi kasus dugaan korupsi pengurusan dana alokasi khusus (DAK) Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat.

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SUK (Sukiman, eks anggota DPR dari Fraksi PAN)," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Selasa (12/11).

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Sukiman dan mantan Plt Kepala PU Kabupaten Pegunungan Arfak Nathan Pasomba sebagai tersangka. Penetapan keduanya merupakan pengembangan dari kasus OTT terhadap anggota Komisi XI DPR Amin Santono.

KPK menduga selain menerima suap dalam pengurusan DAK Kabupaten Sumedang dan Lampung Tengah, Amin bersama eks Kasie Pengembangan dan Pendanaan Kawasan dan Pemukiman Kemenkeu Yaya Purnomo juga menjadi makelar pengurusan DAK Pegunungan Arfak.

Amin, Yaya, swasta Eka Kamaluddin, dan kontraktor Ahmad Ghiast telah divonis bersalah oleh Pengadilan Tipikor Jakarta.

Dalam kasus Kabupaten Pegunungan Arfak, KPK telah mencegah Sukiman bepergian ke luar negeri sejak Januari 2019. Penyidik menduga Sukiman menerima suap Rp 2,65 miliar dan 22 ribu dolar AS dari Natan. Rumahnya pun telah digeledah, bahkan KPK juga sudah melakukan rekonstruksi saat Sukiman menerima suap di rumahnya, Kompleks Perumahan Dinas DPR, Kalibata, Jakarta Selatan. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top