Jual Beli Jabatan

Anak Menkumham Tidak Penuhi Panggilan KPK

publicanews - berita politik & hukum
PUBLICANEWS, Jakarta - Putra Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly, yakni Yamitema Tirtajaya Laoly, urung diperiksa KPK. Ia tidak hadir dengan alasan belum menerima surat panggilan.

Sedianya Yamitema menjadi saksi kasus dugaan suap proyek dan jual beli jabatan di lingkungan Pemkot Medan. Kasus ini menjerat Wali Kota nonaktif Tengku Dzulmi Eldin.

Namun, pemangilan Yamitema untuk melengkapi berkas tersangka Kadis PUPR Isa Ansyari.

"Saksi tidak hadir," ujar Plh Kepala Biro Humas KPK Chrystelina GS di Gedung KPK, Jakarta, Senin (11/11) petang. "Surat panggilan belum sampai kepada yang bersangkutan dan pemeriksaan mudah-mudahan dijadwalkan ulang besok," ia menambahkan.

Namun Chrystelina masih enggan mengungkapkan apa yang akan didalami penyidik KPK dari anak ketiga dari empat bersaudara pasangan Yasonna-Elisye W Ketaren ini. Yamitema adalah Direktur PT Kani Jaya Sentosa itu.

"Kalau yang hari ini dijadwalkan kan sebenarnya terkait dengan tersangka IA, apa yang akan didalami akan diinformasikan setelah hasil pemeriksaan," ujar Christelyna.

Dalam kasus ini, Walkot Dzulmi bersama staf Protokoler Syamsul Fitri Siregar diduga menerima suap dari Isa Ansari sebesar Rp 330 juta.

Isa juga masih memberikan lagi uang Rp 250 juta, di mana Rp 200 juta ditransfer dan sisanya secara tunai melalui Syamsul Fitri Siregar. Uang itu untuk membayar kelebihan dana nonbudgeter dari perjalanan dinas Dzulmi ke Jepang pada Juli lalu lantaran mengajak keluarga ke Jepang. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top