Suap Impor Ikan

Pemilik PT Bahari Sejahtera Ang Benny Shawpindo Dipanggil KPK

publicanews - berita politik & hukum
PUBLICANEWS, Jakarta - Pemilik PT Bahari Sejahtera Ang Benny Shawpindo dipanggil KPK dalam kasus suap kuota impor ikan. Kasus ini menjerat eks Dirut Perum Periknanan Indonesia (Perindo) Risyanto Suanda dan Direktur PT Navy Arsa Sejahtera (NAS) Mujib Mustofa.

"Yang bersangkutan akan dimintai keterangannya sebagai saksi untuk tersangka MMU (Mujib Mustofa)," ujar Plh Kepala Biro Humas Chrystelina G Sitompul saat dikonfirmasi, Jumat (4/10).

Dua saksi lain yang juga diperiksa untuk tersangka Mujib, yakni Kepala Divisi Pengelolaan Aset Perum Perindo Wenny Prihatini dan Direktur PT YFIN Internasional Juniosco Cuaca.

KPK menduga Mujib memberi imbalan Risyanto Rp 1.300 untuk setiap kilogram Frozen Pacific Mackarel atau ikan salem beku yang diimpor NAS dari Tiongkok. Risyanto telah membantu NAS mendapatkan kuota impor 250 ton.

Risyanto juga menawarkan kuota impor ikan tambahan sebesar 500 ton kepada NAS untuk Oktober 2019, yang kemudian disanggupi Mujib pada suatu pertemuan.

Total pada 2019 ini NAS mendapat jatah impor 750 ton ikan salem. Padahal, NAS masuk daftar hitam karena mengimpor melebihi kuota. KPK menyita uang 30 ribu dolar AS yang diduga merupakan uang suap.

Atas perbuatannya Mujib Mustofa disangka melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor.

Adapun Risyanto Suanda disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU yang sama. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top