Suap Impor Ikan

Pejabat KKP dan Kemendag Mangkir

publicanews - berita politik & hukumGedung KPK. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Plt Direktur Logistik PDSKP Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Prayudi Budi Utomo dan Kasubdit Barang Konsumsi Direktorat Impor Ditjen Perdagangan Luar Negeri (Perdalu) Kemendag Karsan tidak memenuhi panggilan KPK.

Sedianya kedua pejabat itu diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap kuota impor ikan di Perum Perindo dengan tersangka Direktur PT Navy Arsa Sejahtera (NAS) Mujib Mustofa.

"Saksi tidak hadir, dua saksi untuk tersangka MMU dalam tindak pidana suap kuota impor ikan tahun 2019," ujar Jubir KPK Febri Diansyah melalui pesan singkat, Kamis (7/11).

Febri mengatakan, KPK tidak mendapat keterangan soal ketidakhadiran Prayudi. Penyidik menjadwal ulang pemeriksaan pada Senin (11/11) depan.

Kasus ini menjerat Direktur Utama Perum Perindo Risyanto Suanda. KPK menduga Risyanto menerima suap dari Mustofa sebesar 30 ribu dolar AS, sekitar Rp 420 juta dengan kurs hari ini, terkait kuota impor ikan.

KPK menduga Risyanto meminta imbalan Rp 1.300 untuk setiap kilogram ikan Frozen Pacific Mackarel atau salem beku yang diimpor NAS dari Tiongkok.

Risyanto membantu NAS mendapatkan kuota impor 250 ton. Ia juga menawarkan kuota impor ikan tambahan sebesar 500 ton kepada NAS untuk Oktober 2019.

Total pada 2019 ini NAS mendapat jatah impor 750 ton ikan salem. Padahal, NAS masuk daftar hitam karena mengimpor melebihi kuota. KPK menyita uang 30 ribu dolar AS yang diduga merupakan uang suap.

Atas perbuatannya Mujib Mustofa disangka melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor.

Adapun Risyanto Suanda disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU yang sama. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top