Suap Impor Ikan

Direktur di Kementerian KP Dipanggil KPK

publicanews - berita politik & hukumDirut Perum Perindo Risyanto Suanda seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (1/11) pekan lalu. (Foto: merdeka)
PUBLICANEWS, Jakarta - Plt Direktur Logistik PDSKP Kementerian Kelautan dan Perikanan Prayudi Budi Utomo diperiksa KPK dalam kasus dugaan suap kuota impor ikan di Perum Perindo.

Bersama dengannya, penyidik juga memanggil Kasubdit Barang Konsumsi Direktorat Impor Ditjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag Karsan.

"Dipanggil sebagai saksi untuk tersangka MMU," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, Kamis (7/11). MMU adalah Mujib Mustofa, Direktur PT Navy Arsa Sejahtera (NAS).

Kasus ini menjerat Direktur Utama BUMN Perum Perikanan Indonesia (Perindo) Risyanto Suanda. KPK menduga Risyanto menerima suap dari Mustofa sebesar 30 ribu dolar AS, sekitar Rp 420 juta dengan kurs hari ini, terkait kuota impor ikan salem beku dari Tiongkok.

KPK menduga Risyanto meminta fee Rp 1.300 untuk setiap kilogram Frozen Pacific Mackarel atau ikan salem beku yang diimpor oleh NAS. Risyanto membantu NAS mendapatkan kuota impor 250 ton, ia juga menawarkan kuota tambahan 500 ton untuk Oktober 2019.

Total pada 2019 ini NAS mendapat jatah impor 750 ton ikan salem. Padahal, NAS masuk daftar hitam karena mengimpor melebihi kuota. KPK menyita uang 30 ribu dolar AS yang diduga merupakan uang suap.

Atas perbuatannya Mujib Mustofa disangka melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor.

Adapun Risyanto Suanda disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU yang sama. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top