Direktur PT PP Presisi Diperiksa untuk Kasus Korupsi Jembatan Bangkinang

publicanews - berita politik & hukumPenyidik KPK memeriksa fisik jematan Waterfront City atau Jembatan Bangkinang di Kabupaten Kampar, Riau, April 2019. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Direktur Peralatan PT PP Presisi Gatut Tristuharto dijadwalkan diperiksa penyidik KPK dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Jembatan Waterfront City atau Jembatan Bangkinang. PP Presisi adalah anak perusahaan BUMN PT Pembangunan Perumahan (PP).

Pemanggilan Gatut untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek Jembatan Waterfront pada Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Kampar Adnan.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka AN (Adnan)," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Rabu (6/11).

KPK Tetapkan Dua Tersangka Kasus Pembangunan Jembatan Bangkinang Riau

Selain Gatut, penyidik juga memanggil sales PT Gunung Steel Construction Toni Simorangkir, karyawan PT Wijaya Karya (Wika) Bimo Laksono, staf pengadaan Wika Ali Mahfuzh, dan tersangka Manajer Wilayah II Wika sekaligus Manajer Divisi Operasi I I Ketut Suarbawa.

KPK menduga Adnan dan Ketut Suarbawa kongkalikong dalam proyek Jembatan yang dibangun dengan dana Rp 117,68 miliar dari APBD 2015-2016 itu. Adnan diduga menerima fee 1 persen dari nilai kontrak, yakni sekitar Rp 1 miliar. Akibat tindakan rasuah keduanya, diduga keuangan negara menderita kerugian Rp 39,2 miliar. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top