Sofyan Basir Bebas

KPK Kasasi Karena Hakim Luput Pertimbangkan Poin-Poin Krusial

publicanews - berita politik & hukumEks Dirut PLN Sofyan Basir saat masih menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - KPK menilai majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta tidak mempertimbangkan poin-poin krusial, yakni mengenai pengetahuan mantan Dirut PLN Sofyan Basir dalam kasus suap proyek PLTU Riau-1.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, KPK sudah mulai mengidentifikasi poin-poin yang cukup krusial yang belum dipertimbangkan hakim.

"Misalnya, pertanyaan apakah terdakwa Sofyan Basir mengetahui atau tidak mengetahui adanya peran suap yang diterima oleh Eni sekitar Rp 4,7 miliar bersama dengan pihak lain dari Johannes Kotjo," ujar Febri di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (5/11) malam.

Majelis hakim, ia menambahkan, juga tidak mempertimbangkan kesaksian Sofyan pada persidangan mantan anggota Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih. Kala itu Sofyan yang hadir sebagai saksi sidang mengatakan tahu Eni diutus oleh Partai Golkar untuk mencari dana kegiatan Munaslub.

Sofyan Basir Diputus Bebas

Menurut Febri, yang tak kalah penting adalah majelis hakim juga tidak mempertimbangkan pengakuan Eni yang menyatakan bahwa Sofyan tahu ada suap kesepakatan kontrak kerja sama proyek PLTU Riau-1.

Poin-poin tersebut menjadi bahan KPK mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA). "Kami harap nanti di MA akan ada pertimbangan yang jauh lebih komprehensif dan substansial agar kita benar-benar bisa menemukan kebenaran materiil dalam perkara ini," Febri menandaskan.

Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta memvonis bebas murni Sofyan dari segala dakwaan dalam perkara dugaan membantu kesepakatan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang Riau-1. Hakim menyatakan eks Dirut Bank BRI tidak terbukti melakukan perbuatan sebagaimana dakwaan Jaksa KPK. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top