Mafia Migas

Diperiksa Perdana Sebagai Tersangka, eks Dirut Petral Percaya KPK

publicanews - berita politik & hukumMantan Direktur Utama Petral Bambang Irianto (tengah) seusai menjalani pemeriksaan kasus dugaan mafia migas, di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (5/11) petang. (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Mantan Direktur Utama Pertamina Energy Trading Limited (Petral) Bambang Irianto menjalani pemeriksaan perdananya sebagai tersangka kasus mafia migas. KPK menduga Bambang menerima suap dalam perdagangan minyak mentah dan produk kilang.

Kasus ini terjadi saat ia menjabat Managing Director Pertamina Energy Service (PES) Pte. Ltd periode 2009-2013. PES adalah anak perusahaan Petral.

"Jadi hari ini saya diperiksa pertama sebagai tersangka," ujar Bambang sesuai pemeriksaan, di depan lobi Gedung KPK, Jakarta, Selasa (5/11) sekitar pukul 17.30 WIB.

Penyidik KPK, kata Bambang, baru mengonfirmasi soal tugas pokok dan fungsinya sebagai Vice President (VP) Marketing dan Managing Director PES. Penyidik belum menyentuh soal dugaan ia menerima 2,9 juta dolar AS, sekitar Rp 40,7 miliar dengan kurs sekarang, selama periode 2010-2013, melalui rekening SIAM, perusahaan yang ia dirikan.

"Belum, masih tupoksi," ia menegaskan.

Soal statusnya sebagai tersangka, Bambang mengaku akan mengikuti proses hukum yang berlaku. "Kita ikuti proses saja, saya warga negara Indonesia yang baik dan saya percaya sama lembaga ini, lembaga KPK. Dan saya akan mengikuti semua proses hukum yang dilakukan oleh KPK," kata Bambang.

KPK menduga Bambang Irianto terlibat praktik mafia migas. Ia terlibat suap perdagangan minyak mentah dan produk kilang di PES selaku subsidiary company PT Pertamina.

Eks Dirut Petral Bambang Irianto Tersangka Suap Kasus Mafia Minyak

Ia menjadi Vice President Marketing PES pada 6 Mei 2009. Tugasnya, antara lain, membangun dan mempertahankan jaringan bisnis dengan komunitas perdagangan, mencari peluang dagang yang akan menambah nilai untuk perusahaan, mengamankan ketersediaan suplai, serta melakukan perdagangan minyak mentah dan produk kilang.

Pada 2008, saat Bambang masih bekerja di kantor pusat PT Pertamina, ia bertemu dengan perwakilan Kernel Oil Ltd yang merupakan rekanan dalam perdagangan minyak mentah dan produk kilang untuk PES atau PT Pertamina.

Saat menjabat Vice President Marketing PES, ia melaksanakan pengadaan serta penjualan minyak mentah dan produk kilang untuk kebutuhan PT Pertamina yang dapat diikuti oleh perusahaan migas nasional, Major Oil Company, Refinery, maupun trader.

Kemudian, pada periode 2009 sampai Juni 2012, perwakilan Kernel Oil beberapa kali diundang dan menjadi rekanan PES dalam kegiatan impor dan ekspor minyak mentah. Bambang diduga membantu mengamankan jatah alokasi kargo Kernel Oil dalam tender.

Sebagai imbalannya Bambang Irianto diduga menerima sejumlah uang melalui rekeningn SIAM, perusahaannya. SIAM memiliki kedudukan hukum di British Virgin Island yang dikenal sebagai surga perusahaan cangkang.

KPK menjerat Bambang dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b subsidair Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top