Suap Proyek PLTU Riau-1

Sofyan Basir Diputus Bebas

publicanews - berita politik & hukumMantan Dirut PT PLN menitikkan air mata dan mengucap syukur atas putusan bebas dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (4/11) siang. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta memvonis bebas mantan Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir. Hakim meyakini Sofyan tidak terbukti memfasilitasi pemberian suap dari pengusaha Johanes Budisutrisno Kotjo kepada mantan anggota DPR Eni Maulani Saragih dan mantan Mensos Idrus Marham.

"Mengadili menyatakan terdakwa Sofyan Basir tidak terbukti secara sah dan meyakinkan sebagaimana dakwaan pertama dan kedua," kata hakim ketua Hariono membacakan amar putusan, Senin (4/11)

Hakim menyatakan Sofyan tidak terbukti terlibat dalam kasus dugaan suap berkaitan dengan proses kesepakatan proyek Independent Power Producer Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang Riau-1 antara PT Pembangkitan Jawa Bali Investasi (PJBI) dan Blackgold Natural Resources Ltd dan China Huadian Engineering Company Limited (CHEC) Ltd.

Berbeda dengan dakwaan Jaksa KPK, hakim menyarakan Sofyan tidak berperan membantu Eni dalam menerima suap. Bahkan hakim juga meyakini Sofyan tidak mengetahui pemberian suap Kotjo kepada Eni.

Hakim menyarakan Sofyan tidak terbukti melanggar terbukti melanggar Pasal 12 huruf a juncto Pasal 15 UU Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 56 Ke-2 KUHP dan Pasal 11 juncto Pasal 15 UU Tipikor juncto Pasal 56 ke-2 KUHP.

Hakim pun menyatakan agar Sofyan segera dibebaskan dari tahanan.

Mendengar putusan bebas tersebut, Sofyan yang duduk di kursi pesakitan mengangkat kedua tangannya dan mata terpejam. "Saya bersyukur pada Allah dan pemerintah yang membantu proses ini selesai," katanya seusai sidang.

Berbeda halnya dengan Jaksa KPK yang menyatakan meminta waktu berpikir 7 hari untuk mengupayakan hukum lain. Mereka bakal mengajukan kasasi.

"Kami pelajari dulu putusannya," kata Jaksa KPK Ronald Worotikan.

Dengan putusan bebas Sofyan ini, berarti hanya ada tiga dari empat terdakwa yang dinyatakan terbukti bersalah dan sudah menjalani vonis masing-masing. Mereka adalah Johannes Kotjo yang diganjar 4,5 tahun penjara, Eni saragih dengan 6 tahun kurungan, dan Idrus Marham yang terkena vonis 5 tahun. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top