Suap Proyek Infrastruktur

Bupati Supendi Masih Mendekam di Rutan KPK 40 Hari Lagi

publicanews - berita politik & hukumBarang bukti uang suap diperlihatkan penyidik KPK dalam konferensi pers pasca OTT Bupati Indramayu Supendi, 15 Oktober 2019. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Masa penahanan Bupati nonaktif Indramayu Supendi diperpanjang KPK untuk 40 hari lagi. Tersangka kasus dugaan pengaturan proyek itu saat ini mendekam di dalam Rumah Tahanan C1 Gedung KPK.

"Hari ini dilakukan perpanjangan penahanan selama 40 hari, dimulai tanggal 4 November 2019  sampai 13 Desember 2019," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Jumat (1/11).

Selain Supendi, KPK juga memperpanjang masa penahanan tiga tersangka lainnya, yaitu Kadis PUPR Omarsyah, Kabid Jalan di Dinas PUPR Wempy Triyono, serta satu swasta Carsa AS. Sama halnya dengan Supendi, ketiganya diperpanjang masa tahanannya selama 40 hari.

Supendi diduga sering meminta uang kepada Carsa selaku rekanan penggarap proyek, sejak Mei 2019 ia 'memalak'.

Omarsyah dan Wempy Triyono juga beberapa kali menerima uang dari Carsa. Pemberian uang ke Bupati Supendi serta dua pejabatnya disinyalir terkait dengan pemberian proyek-proyek dinas PUPR Kabupaten Indramayu.

Carsa tercatat menggarap tujuh proyek di Dinas PUPR Kabupaten Indramayu dengan nilai Rp 15 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Supendi total menerima uang dari Carsa sebesar Rp 200 juta. Sedangkan Omarsyah diduga menerima Rp 350 juta dan sepeda.

Sementara Wempy mendapatkan Rp 560 juta. Uang tersebut diduga bagian dari komitmen fee 5 sampai 7 persen dari nilai proyek yang dikerjakan Carsa. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top