Jual Beli Jabatan

KPK Periksa Dua Anak Walikota Medan

publicanews - berita politik & hukumWalikota Medan Tengku Dzulmi Eldin, di KPK. (Foto: Publicanews)
PUBLICANEWS, Jakarta - Dua anak Walikota Medan Tengku Dzulmi Eldin menjalani pemeriksaan KPK untuk mendalami kasus ayahnya. Keduanya adalah Rania Kamila dan Rendi Edriansyah Eldin, pemeriksaan berlangsung di kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

KPK memeriksa keduanya bersama 7 saksi lainnya, yakni Kadis Koperasi Kota Medan Edliaty, supir Junaidi, Kadis Ketenagakerjaan Dra. Hannalore Simanjuntak, dan Kadis Perdagangan Dammikrot. Kemudian Kabid Tata Kelola Air dan Drainase Perkotaan Dinas PU Ir. Rizfan Juliardy Hutasuhut, serta Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Ir. Qamarul Fattah.

Secara paralel, hari ini tim KPK juga kembali melakukan penggeledahan di Medan. "KPK melakukan geledah di rumah Akbar Himawan Buchori yang berlokasi di Jalan DI Panjaitan Nomor 142, Medan," ujar Jubir KPK Febri Diansyah melalui pesan singkat, Kamis (31/10).

Hingga saat ini penggeledahan masih berlangsung.

Febri menambahkan, pemeriksaan saksi-saksi telah dilakukan sejak Selasa (29/10). Sekitar 12 orang telah diperiksa, mereka dari unsur anggota DPRD Sumatera Utara, Pejabat SKPD Kota Medan, keluarga Walikota, dan swasta.

Dalam kasus ini,  Dzulmi Eldin bersama staf Potokoler Syamsul Fitri Siregar diduga menerima suap dari Kepala Dinas PUPR Kota Medan Isa Ansyari sebesar Rp 330 juta terkait promosi jabatan dan proyek di Pemkot Medan.

Selain itu, Isa juga memberikan uang Rp 250 juta, di mana Rp 200 juta ditransfer dan sisanya secara tunai melalui Syamsul Fitri Siregar. Uang itu untuk membayar kelebihan dana nonbudget dari perjalanan dinas Dzulmi ke Jepang pada Juli lalu lantaran mengajak keluarga ke Jepang. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top