Dalami Kasus Suap Walkot Medan, KPK Sisir Rumah Dua Saksi

publicanews - berita politik & hukum
PUBLICANEWS, Jakarta - Mendalami bukti-bukti kasus suap proyek dan jual beli jabatan di Pemerintah Kota Medan, dua hari ini tim KPK menggeledah sejumlah lokasi di Medan. Pada Selasa (29/10), tim menyisir rumah saksi Yencel alias Ayen.

"Hari ini, penggeledahan di rumah seorang saksi bernama Farius Fendra alias Mak te di Kota Medan," ujar Jubir KPK Febri Diansyah melalui pesan singkat, Rabu (30/10).

Dari penggeledahan tersebut KPK menyita sejumlah dokumen proyek dan barang bukti elektronik.

Selain penggeledahan, hari ini KPK juga masih melakukan pemeriksaan 8 saksi untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Walikota nonaktif Tengku Dzulmi Eldin. Pemeriksaan dilakukan di Kejati Sumatera Utara.

"Saksi-saksi yang diperiksa masih dikonfirmasi terkait sumber dana yang digunakan Walikota Medan beserta jajaran untuk melakukan perjalanan dinas ke Jepang yang tidak bersumber dari APDB," Febri menjelaskan.

KPK mengimbau semua pihak bersikap koperatif, termasuk saksi Farius Fendra yang direncakan diperiksa pekan depan.

Walikota Dzulmi Eldin diamankan dalam OTT dalam kasus jual beli jabatan. KPK menduga Dzulmi bersama staf protokoler Syamsul Fitri SiregarĀ  diduga menerima suap dari Isa Ansyari sebesar Rp 330 juta atas promosinya sebagai Kepala Dinas PUPR.

Selain itu, Isya juga memberikan uang Rp 250 juta, sebanyak Rp 200 juta ditransfer dan sisanya secara tunai melalui Syamsul Fitri Siregar. Uang itu untuk membayar kelebihan dana nonbudgeter dari perjalanan dinas Dzulmi ke Jepang pada Juli lalu lantaran mengajak keluarga ke Jepang. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top