Korupsi Proyek Fiktif

Pejabat Waskita Karya Fakih Usman Mangkir

publicanews - berita politik & hukum
PUBLICANEWS, Jakarta - Wakil Kepala Divisi II PT Waskita Karya (WK) Fakih Usman mangkir dari panggilan penyidik KPK. Hari ini sedianya Fakih diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi pekerjaan fiktif dalam 14 proyek perusahaan pelat merah itu.

Kasus ini menjerat bekas bosnya Kepala Divisi II Fathor Rachman.

Atas ketidakhadiran saksi, Jubir KPK Febri Diansyah memastikan tim penyidik akan menjadwalkan pemanggilan ulang. "Pemeriksaan akan dijadwalkan ulang pada Jumat (1/10)," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di kantornya, Jakarta, Rabu (30/10).

KPK telah mencegah Fakih bersama empat orang lainnya untuk bepergian ke luar negeri. Empat orang tersebut adalah Fathor Rachman dan mantan Kabag Keuangan dan Risiko Divisi II WK Yuly Ariandi Siregar. Keduanya tersangka.

Kemudian saksi Direktur Utama PT Waskita Beton Precast Jarot Subana dan mantan pejabat pada Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Pitoyo Subandrio.

Selain Faqih, karyawan PT Pura Delta Lestari Happy Syarief juga mangkir dari pemeriksaan penyidik KPK.

"Belum diperoleh informasi (ketidakhadiran Happy Syarief)," ujar Febri.

Fathor Rachman dan Yuly Ariandi diduga menunjuk sejumlah perusahaan subkontraktor untuk melakukan pekerjaan fiktif pada 14 proyek. Proyek-proyek tersebut tersebar di Sumatra Utara, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Bali, Kalimantan Timur, hingga Papua.

Modus korupsinya adalah seolah-olah ada kontrak baru dengan menunjuk empat perusahaan subkontraktor, padahal proyek tersebut adalah proyek lama. Penyidik mencium indikasi double budgeting atau penganggaran ganda.

Oleh pihak subkontraktor, uang pembayaran kemudian dikembalikan ke WK untuk dibagi-bagi lagi. Atas tindakan culas ini, negara ditaksir mengalami kerugian sekurang-kurangnya Rp 186 miliar. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top