Jual Beli Jabatan

Sekda Medan Diperiksa Untuk Tersangka Walkot Dzulmi Eldin

publicanews - berita politik & hukumWali Kota Medan Tengku Dzulmi Eldin mengenakan rompi oranye usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, 17 Oktober 2019. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Sekertaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kota Medan Wiriya Al Rahman dan Staf Subag Protokoler Uli Arta Simanjuntak dipanggil KPK dalam kasus dugaan suap proyek dan promosi jabatan. Keduanya diperiksa untuk berkas penyidikan tersangka Walikota nonaktif Medan Tengku Dzulmi Eldin (TDE). 

"Diperiksa sebagai saksi untuk tersangka TDE," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Selasa (29/10). 

Hari ini penyidik KPK juga memanggil saksi lainnya, yakni ajudan walikota Muhamad Arbi Utama, staf honorer Protokoler Sultan Sholahudin dan M Taufik Rizal, serta honorer Staf Walikota Medan Eghi Dhefara Harefa.

Dalam perkara ini, Dzulmi Eldin bersama Kepala Dinas PUPR Isa Ansyari dan staf Protokoler Syamsul Fitri Siregar ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Ketiganya diduga melakukan suap proyek dan promosi jabatan di lingkungan Pemkot Medan. 

KPK menduga Isa menyuap Dzulmi sebesar Rp 330 juta atas pengangkatannya sebagai Kadis PUPR. Isa juga memberikan uang Rp 250 juta lagi, di mana Rp 200 juta ditransfer dan sisanya diberikan tunai melalui Syamsul Fitri Siregar. Uang itu untuk membayar kelebihan dana nonbudget dari perjalanan dinas Dzulmi ke Jepang pada Juli lalu lantaran mengajak keluarga ke Jepang. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top