Suap Impor Bawang

Empat Kali Mangkir, KPK Kembali Panggil Sekjen Kemendag Oke Nurwan

publicanews - berita politik & hukumMantan anggota Komisi VI DPR I Nyoman Dhamantra, tersangka kasus dugaan suap impor bawang putih. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Eks Dirjen Perdagangan Luar Negeri (Daglu) Kementerian Perdagangan Oke Nurwan kembali dijadwalkan menjalani pemeriksaan KPK. Sedianya Oke akan dimintai keterangan sebagai saksi kasus dugaan suap izin kuota impor bawang putih dengan tersangka eks anggota Komisi VI DPR I Nyoman Dhamantra.

Ini merupakan panggilan kelima KPK untuk Oke yang kini menjabat Sekjen Kemendag. Sebelumnya Oke mangkir pada pemanggilan 17, 24, 30 September, dan terakhir 3 Oktober 2019. Ia selalu beralasan tengah berada di luar kota.

"Yang bersangkutan akan diperiksa untuk tersangka IYD," ujar Jubir KPK Febri Diansyah, Jumat (25/10).

Dhamantra adalah tersangka kasus dugaan suap pemberian rekomendasi impor produk hortikultura (RIPH) dari Kementerian Pertanian dan surat persetujuan impor (SPI) dari Kementerian Perdagangan. Kedua surat impor tersebut untuk komoditas bawang putih.

KPK Geledah Kantor dan Rumah Penyuap Nyoman Dhamantra

Pengumuman Dhamantra sebagai tersangka bersamaan dengan Kongres PDIP di Bali, KPK kemudian menjemput Dhamantra di Bandara Soekarno-Hatta pada 8 Agustus 2019. Ia menjadi tersangka bersama lima orang lainnya, yakni pengusaha Mirawati Basti, Elviyanto, Chandry Suanda, Doddy Wahyudi, dan Zulfikar.

Dhamantra diduga meminta fee Rp 3,6 miliar untuk membantu Chandry dan Doddy mengurus RIPH dan SPI. Chandry dan Doddy terlebih dulu bertemu Mirawati serta Elviyanto guna memuluskan urusan impor itu.

Dalam kesepakatan tersebut, Dhamantra minta imbalan Rp 1.700-Rp 1.800 dari setiap kilogram bawang putih yang diimpor. Sementara kuota impor bawang putih untuk 2019 sebesar 20 ribu ton.

Penyidik menduga Dhamantra baru menerima uang Rp 2 miliar dari kesepakatan itu. Uang diterimanya melalui transfer dari money changer Indocev miliknya. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top