Suap Pengapalan Pupuk

Bowo Sidik Dipanggil Sebagai Saksi Penyuapnya

publicanews - berita politik & hukumBowo Sidik Pangarso. (Foto: Publicanews/Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - KPK memeriksa mantan anggota DPR Bowo Sidik Pangarso dalam kasus dugaan suap kerja sama pengangkutan pupuk antara PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog) dengan PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK). Bowo adalah terdakwa yang tengah menjalani sidang.

Dalam pemeriksaan di KPK hari ini, Bowo dalam kapasitas sebagai saksi. "Yang bersangkutan menjalani pemeriksaan untuk tersangka TAG (Taufik Agustono, Direktur HTK)," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Selasa (22/10).

Keterlibatan Taufik dalam kasus ini terjadi ketika kontrak HTK diputus oleh Pilog pada 2015 dengan alasan Pilog membutuhkan kapal dengan kapasitas yang lebih besar yang tidak dimiliki oleh HTK.

Taufik kemudian meminta Manajer Marketing Asty Winasti menemui Bowo yang meminta polilikus Golkar itu membantu HTK mendapatkan kontrak kembali.

Asty lalu mengajak Taufik kembali menemui Bowo untuk menyepakati kelanjutan kerja sama penyewaan kapal. Bowo meminta imbalan 2 dolar AS per metrik ton atas biaya angkut pupuk yang dilakukan HTK.

Pada 26 Februari 2019 dilakukan MoU kerja sama pengapalan pupuk antara Pilog, cucu perusahaan PT Petrokimia Gresik, dengan HTK. Setelah itu, Bowo membuat perjanjian soal fee antara HTK dengan PT Inersia Ampak Engineers miliknya.

Bowo meminta HTK membayar uang muka Rp 1 miliar secara bertahap. Pada 1 November 2018 HTK mulai mencicil 59.587 dolar AS, lalu 21.327 dolar AS pada 20 Desember 2018, 7.819 dolar AS pada 20 Februari 2019, dan terakhir 27 Maret 2019 sebesar Rp 89.449.000.

Uang-uang tersebut dikeluarkan berdasarkan memo internal yang seolah HTK membayar transaksi perusahaan, bukan atas nama Bowo.

KPK menjerat Taufik dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 201 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top