Suap Dana Hibah KONI

KPK Tidak Gentar Hadapi Praperadilan Imam Nahrawi

publicanews - berita politik & hukumEks Menpora Imam Nahrawi. (Foto: Humas Kemenpora)
PUBLICANEWS, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi tidak kaget atas pengajuan praperadilan mantan Menpora Imam Nahrawi. Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, adalah hal yang biasa tersangka menggugat.

"Bukan suatu yang baru ya, jadi tidak ada yang mengkhawatirkan saya kira. Silakan, pasti akan kami hadapi," kata Febri di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (19/10) malam.

KPK akan mempelajari sejumlah poin yang diajukan Imam dalam gugatannya tersebut. Menurutnya penetapan tersangka Imam dalam kasus dugaan suap dana hibah KONI dan gratifikasi telah sesuai prosedur. Imam ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan bukti-bukti yang kuat.

“Bagi kami menghadapi praperadilan sudah bagian dari risiko ya. Penyidikan kami lakukan secara hati-hati, kalau ada praperadilan kami juga hadapi,” Febri menegaskan.

Imam melayangkan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 8 Oktober 2019. Gugatan terdaftar dengan nomor perkara 130/Pid.Pra/2019/PN JKT.SEL. Dalam petitum gugatannya, Imam mempersoalkan keabsahan penetapannya sebagai tersangka.

Selain itu, politikus PKB tersebut meminta hakim agar membatalkan kasusnya hingga ada putusan pengadilan terhadap asisten pribadinya Miftahul Ulum. KPK memperkarakan Imam karena diduga bersama-sama Ulum menerima uang total Rp 26,5 miliar selama menjadi Menpora. (han)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. Iqra @ayobaca19 Oktober 2019 | 16:37:48

    Lucu...jd penegak hukum ga boleh nangkap atau jadikan seseorg tersangka jika tersangka yg lebih dl d proses d nyatakan bersalah d pengadilan? Kacau sekali logika hukumnya kalau memang spt ini.

Back to Top