OTT Bupati Supendi

Dokumen dan Uang Rp 20 Juta Disita dari Penggeledahan di Indramayu

publicanews - berita politik & hukumBupati Indramayu Supendi ditahan seusai pemeriksaannya di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (15/10) malam. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Awal pekan ini KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) nyaris serentak dalam tiga kasus, dua diantaranya menjerat kepala daerah. Dua hari terakhir, KPK melanjutkannya dengan penggeledahan untuk mendalami bukti-bukti.

Dalam kasus OTT terhadap Bupati Indramayu Supendi, KPK menyisir dua lokasi di Jawa Barat, yakni Indramayu dan Cirebon, pada 17-18 Oktober 2019. Penggeledahan untuk mendalami kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengaturan proyek pada Dinas PUPR.

Pada Kamis (17/10), tim menggeledah 6 rumah, yakni rumah Kadis PUPR Omarsyah, Kepala Bidang Jalan Dinas PUPR Wempy Triyono, tersangka Carsa AS, Bupati Indramayu, mantan Bupati Indramayu Irianto Mahfudz Sidik, dan seorang saksi.

"Dari penggeledahan tersebut disita sejumlah dokumen proyek di Dinas PUPR dan uang Rp 20juta," kata Jubir KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (18/10) malam

Hari berikutnya giliran Kantor Bupati Indramayu dan Kantor Dinas PUPR Indramayu yang kena geledah. Namun KPK belum memberikan informasi apa saja yang disita.

Dalam kasus ini, Bupati Indramayu Supendi, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu Omarsyah dan Kepala Bidang Jalan di Dinas PUPR Kabupaten Indramayu, Wempy Triyono, dijadikan tersangka penerima suap.

Sementara pemberi suap, KPK menetapkan seorang swasta bernama Carsa AS.

Supendi, Omarsyah, dan Wempy dijerat KPK dengan Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 dan Pasal 12 B Undang-udang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor junto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Adapun Carsa dijerat dengan pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU yang sama. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top