Suap Proyek SPAM

Pemeriksaan Sri Hartoyo untuk Dalami Pertemuannya dengan Rizal Djalil

publicanews - berita politik & hukumAnggota IV BPK Rizal Djalil, tersangka kasus dugaan suap proyek SPAM di Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Pemeriksaan KPK terhadap eks Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Sri Hartoyo untuk mendalami pertemuannya dengan Anggota IV BPK Rizal Djalil. Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, pertemuan tersebut diduga membahas proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

"Penyidik mendalami keterangan saksi Sri Hartoyo terkait jabatannya sebagai Dirjen Cipta Karta dan pertemuan-pertemuannya dengan tersangka RD," ujar Febri di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (10/10) malam.

Pada Oktober 2016, Rizal meneken surat Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu atas Pengelolaan Infrastruktur Air Minum dan Sanitasi Air Limbah pada Direktorat Jenderal Cipta Karya. Wakil Ketua KPK Saut Situmorang pernah mengatakan, saat itu ditemukan penyelewengan Rp 18 miliar. Namun tiba-tiba berubah menjadi Rp 4,2 miliar.

Direktur SPAM kemudian mendapatkan pesan permintaan uang dari pemeriksa BPK sebesar Rp 2,3 miliar.

Eks Dirjen Cipta Karya Diperiksa KPK

Rizal, masih menurut Saut, pernah memanggil Direktur SPAM ke kantornya. "Kemudian menyampaikan akan ada pihak yang mewakilinya untuk bertemu dengan Direktur SPAM," kata Saut dalam keterangan pers penetapan Rizal sebagai tersangka, 25 September 2019.

Pihak yang mewakili Rizal ternyata adalah Leonardo Jusminarta Prasetyo, Komisaris Utama PT Minarta Dutahutama. Leonardo menemui Direktur SPAM dan menyampaikan ingin ikut serta dalam pelaksanaan proyek SPAM Jaringan Distribusi Utama Hongaria dengan pagu anggaran Rp 79,27 miliar.

Atas jasanya itulah Leonardo kemudian memberi imbalan Rizal 100 ribu dolar Singapura. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top