Penyuap Bupati Kepulauan Talaud Dipindah ke Lapas Tangerang

publicanews - berita politik & hukumBernard Hanafi Kalalo saat tiba di Lapas Klas I Tangerang. (Foto: Humas KPK)
PUBLICANEWS, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi mengeksekusi penahanan Bernard Hanafi Kalalo, terpidana kasus suap proyek pembangunan pasar Lirung dan Pasar Beo di Kabupaten Kepulauan Talaud. Kasus tersebut juga menjerat Bupati nonaktif Sri Wahyumi Maria Manalip

"Eksekusi dilakukan ke Lapas Klas I Tangerang pada Rabu, 9 Oktober 2019," ujar Jubir KPK Febri Diansyah melalui pesan singkat, Kamis (10/10).

Eksekusi penahanan, Febri menambahkan, untuk melaksanakan putusan Pengadilan Tipikor yang telah berkekuatan hukum tetap. Dalam perkara itu, Bernard Hanafi divonis 1 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 100 juta subsider tiga bulan kurungan.

Hakim menyatakan Bernard terbukti memberikan suap kepada Sri Wahyumi Maria Manalip dalam bentuk uang dan barang mewah dengan nilai Rp 591 juta.

Secara rinci suap yang diberikan Bernard kepada Sri Wahyuni adalah uang Rp 100 juta, 1 unit telepon satelit merek Thuraya beserta pulsa dengan nilai total sekitar Rp 28 juta dan tas tangan merek Channel seharga Rp 97,36 juta.

Selanjutnya, tas tangan merek Balenciaga senilai Rp 32,995 juta, jam tangan merek Rolex senilai Rp 224,5 juta, cincin merek Adelle senilai Rp 76,925 juta, dan anting merek Adelle senilai Rp 32,075 juta.

Suap diberikan agar Bernard memperoleh sejumlah proyek di Pemkab Talaud. Proyek tersebut antara lain pekerjaan pengembangan pasar dan retribusi Pasar Lirung dengan nilai proyek Rp 2,9 miliar dan revitalisasi Pasar Beo senilai Rp 2,8 miliar. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top