Suap Proyek SPAM

KPK Persilakan Rizal Djalil Membantah, Penyidik Punya Bukti

publicanews - berita politik & hukumJubir KPK Febri Diansyah. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - KPK mempersilakan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Rizal Djalil menyanggah soal uang panas Rp 3,2 miliar yang diduga diterimanya dalam kasus dugaan suap proyek sistem penyedia air minum (SPAM). Jubir KPK Febri Diansyah mengatakan, seringkali tersangka menyampaikan sanggahan di media, namun tidak di depan penyidik.

"Kami sering mendengar banyak sekali statemen dan ucapan-ucapan dari tersangka, sangkalan atau bahkan pernyataan-pernyataan yang mungkin tidak ada hubungannya sama sekali dengan perkara. Silakan saja,” kata Febri di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (9/10) malam.

Penyidik, ia menambahkan, akan terus fokus untuk mendalami kasus ini. Febri menegaskan penyidik memiliki bukti pemulaan yang kuat untuk menetapkan politisi Golkar itu sebagai tersangka.

"Fokus KPK dalam kasus ini adalah dugaan aliran dana sekitar 100 ribu dolar Singapura. Nah ini yang nanti kami gali lebih jauh," ujar Febri.

Ubah Penyelewengan Proyek, Buntutnya Rizal Djalil Minta Bagian

Ia meminta Rizal untuk memberikan kesaksian secara terang di hadapan penyidik. Keterangan yang jelas malah akan menjadi faktor yang meringankan. “Jadi, kami harap juga pada para tersangka dan saksi tetap bersikap kooperatif,” Febri menandaskan.

Sebelum dan seusai menjalani pemeriksaan, Rizal menyebut-nyebut soal uang Rp 3,2 miliar. Ia berani bersumpah tidak menerimanya. Padahal, yang diperkarakan KPK adalah suap 100 ribu dolar Singapura, atau Rp 1 miliar lebih, yang ia terima dari Komisaris Utama PT Minarta Dutahutama Leonardo Jusminarta Prasetyo.

KPK menduga uang tersebut sebagai imbalan atas bantuan Rizal sehingga Minarta mendapatkan proyek SPAM Jaringan Distribusi Utama (JDU) Hongaria. Proyek tersebut beranggaran Rp 79,27 miliar. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top