Suap Proyek SPAM

Rizal Djalil Bersumpah Tidak Terima Suap Rp 3,2 Miliar

publicanews - berita politik & hukumRizal Djalil, tersangka kasus dugaan suap proyek SPAM di Kementerian PUPR, seusai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (9/10) sore. sebagai tersangka (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Anggota BPK Rizal Djalil bersumpah tidak menerima uang yang disangkakan KPK dalam kasus dugaan suap proyek sistem penyediaan air minum (SPAM).

"Persoalan Rp 3,2 miliar saya tidak ada kaitannya. Demi Allah 'azza wa jalla (Allah yang tahu segalanya; red) dengan uang yang Rp 3,2 miliar," ujar Rizal seusai diperiksa KPK sebagai tersangka di Gedung KPK Jakarta, Rabu (9/10).

Ia menegaskan akan memberikan keterangan soal siapa pihak pemberi dan penerimanya. "Apabila keterangan saya dibutuhkan tentang Rp 3,2 miliar itu, sebagai warga negara, saya siap menyampaikannya bila dikehendaki," politikus Partai Golkar itu menambahkan.

Rizal juga berkilah meminta atau mengatur proyek di Kementerian PUPR tersebut dengan dalih tidak punya kewenangan.

"Jangankan saya, pimpinan lembaga, menteri, saja tidak punya kewenangan untuk mengatur proyek apalagi seorang Rizal Djalil yang tidak menjadi menteri, tidak menjadi pimpinan lembaga negara," ia menegaskan.

KPK menduga Rizal menerima imbalan dari Komisaris Utama PT Minarta Dutahutama Leonardo Jusminarta Prasetyo karena membantu perusahaannya mendapatkan proyek SPAM jaringan Distribusi Utama (JDU) Hongaria. Proyek tersebut beranggaran Rp 79,27 miliar.

Sebagai pihak penerima, Rizal disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor.

Sedangkan Leonardo disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang yang sama juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top