Inilah Aset-aset Wawan Hasil Korupsi Kekerabatan Banten

publicanews - berita politik & hukumTubagus Chaeri Wardhana (Wawan), memasuki rutan KPK. (Foto: Tempo)
PUBLICANEWS, Jakarta - Praktik culas Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan dilakukan dengan memanfaatkan hubungan kekerabatan dengan Gubernur, bupati, dan walikota di Provinsi Banten. Adik bekas Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah itu mendapatkan kontrak-kontrak pengadaan dan jasa dengan bendera PT Bali Pacific Pragama (BPP) dan perusahaan lain yang terafiliasi.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) Wawan ini terendus setelah KPK menemukan fakta bahwa BPP mendapatkan 1.105 kontrak dalam periode 2006-2013. Diketahui, Ratu Atut menjadi Wagub Banten pada 2002-2007 dan Gubernur 2005-2014.

"Tersangka melalui PT Bali Pasific Pragama dan perusahaan terafiliasi lainnya mendapatkan 1.105 kontrak pengadaan barang dan jasa dari pemerintah Provinsi Banten dan beberapa Kabupaten yang ada di Provinsi Banten dengan total nilai sebesar Rp 6 triliun," ujar Febri melalui pesan singkat, Selasa (8/10)

Sepanjang 2014-2019, penyidik telah melakukan analisis atas aset-aset suami Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany itu dan BPP serta perusahaan afilliasinya. Penyelidikan untuk membuktikan keterkaitan aset-aset tersebut dengan hasil kejahatan yang berasal dari keuntungan proyek dan unsur-unsur pasal korupsi serta TPPU.

Dari proses penyidikan tersebut KPK berhasil mengidentifikasi Wawan melakukan pencucian uang sekitar Rp 500 miliar. Nilai Rp 500 miliar tersebut dalam bentuk uang, puluhan kendaraan roda dua maupun empat, tanah dan bangunan yang tersebar di Indonesia dan Australia.

Uang yang disita KPK sebesar Rp 65 miliar, lalu 68 unit kendaraan roda dua dan roda empat. Kemudian 175 unit rumah/apartemen/bidang tanah. Aset bangunan dan tanah ini berupa 7 unit apartemen di Jakarta dan sekitarnya, 4 unit tanah dan bangunan di Jakarta, 8 unit tanah dan bangunan di Tangerang Selatan dan Kota Tangerang.

Lalu 1 unit tanah dan bangunan di Bekasi, 3 unit tanah di Lebak, 15 unit tanah dan peralatan AMP di Pandeglang, 111 unit tanah dan usaha SPBU di Serang, 5 unit tanah dan usaha SPBE di Bandung, 19 unit tanah dan bangunan di Bali.

Kemudian 1 unit apartemen di Melbourne dan 1 rumah di Perth, Australia. Untuk aset di Negeri Kanguru KPK menempuh proses Mutual Legal Assistance (MLA) dengan dibantu Australian Federal Police (AFP).

Nilai aset Wawan di Australia saat pembelian pada 2012-2013 senilai Rp 41,14 miliar. Rumah di Perth seharga 3,5 juta dolar Australia dan Apartemen di Melbourne senilai 800 ribu dolar Australia. (han)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. Iqra @ayobaca29 Oktober 2019 | 16:39:41

    Dinasti koruptor...pantas lah banten maju dlm pembangunan infrastruktur...infrastruktur utk korup.

Back to Top