Eks Bupati Bogor Rachmat Yasin Diperiksa Bersama Dua Saksi

publicanews - berita politik & hukumMantan Bupati Bogor Rachmat Yasin. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin dipanggil KPK sebagai tersangka kasus dugaan pemotongan uang dan gratifikasi.

"Yang bersangkutan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah ‚Äémelalui pesan singkatnya, Selasa (8/10).

Selain Rachmat Yasin, KPK juga memanggil sejumlah saksi, yakni Kadis Kesehatan Kabupaten Bogor Camalia Wilayat Sumaryana dan Bendahara Pengeluaran Pembantu RSUD Cibinong Leiia Marhareta Kandou.

KPK menduga Yasin 'memalak' dan 'menyunat' anggaran satuan perangkat kerja daerah (SKPD) selama menjabat Bupati Bogor. Total, ia meminta, menerima, atau memotong pembayaran dari beberapa SKPD sebesar Rp 8,9 miliar. Setiap SKPD memberikan setoran berbeda.

KPK Panggil Pejabat Teras Bogor Untuk Kasus Rachmat Yasin

Sumber dana yang dipotong diduga berasal dari honor kegiatan pegawai, dana insentif struktural SKPD, dana insentif dari jasa pelayanan RSUD, upah pungutan kepada pihak yang mengajukan perizinan di Pemkab Bogor, dan pungutan kepada rekanan yang memenangkan tender.

Uang tersebut digunakan Yasin untuk biaya operasional dan kebutuhan kampanye Pemilihan Kepala Daerah dan Pemilihan Legislatif 2013 dan 2014. Yasin juga diduga menerima gratifikasi berupa tanah 20 hektare di Jonggol dan satu mobil Toyota Velflre senilai Rp 825 juta.

KPK menjerat Yasin dengan Pasal 12 huruf f dan Pasal 12 B Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Yasin sendiri baru bebas dari penjara pada 8 Mei 2019 dalam kasus suap rekomendasi tukar menukar kawasan hutan di Kabupaten Bogor atas nama PT Bukit Jonggol Asri seluas 2.754 hektare. Ia divonis 5 tahun 6 bulan penjara. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top