Suap Terminasi PKP2B

Tiga Kali Tidak Datang, KPK Panggil Kembali Melchias Mekeng

publicanews - berita politik & hukumMelchias Marcus Mekeng .(Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Tiga kali tidak datang, KPK memanggil kembali politikus Partai Golkar Melchias Mar‎cus Mekeng sebagai saksi kasus dugaan suap pengurusan terminasi kontrak Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambagan Batubara (PKP2B). Kasus ini menjerat bos Borneo Lumbung Energy and Metal (BLEM) Samin Tan yang diduga menyuap saat mengurus PKP2B untuk PT Asmin Koalindo Tuhup (AKP), anak perusahaan BLEM.

"Yang bersangkutan diperiksa untuk tersangka SMT (Samin Tan)," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah melalui pesan singkat, Selasa (8/10).

Sebelumnya KPK memanggil Mekeng pada 11 September, 16 September, dan 19 September 2019. Namun anggota eks anggora Komisi XI DPR itu tak mengindahkannya. Untuk itu KPK mengingatkan Mekeng untuk koperatif.

Kasus suap pengurusan terminasi PKP2B ini merupakan pengembangan dari kasus suap PLTU Riau-1 yang menjerat beberapa pihak. Samin Tan sendiri sudah ditetapkan sebagai tersangka pada medio Februari 2019.

Samin Tan diduga menyuap Eni agar membantunya dalam pengurusan terminasi PKP2B di Kementerian ESDM. AKT telah diakuisisi PT BORN.

Eni menyanggupi permintaan Samin Tan. Eni, yang saat itu anggota Panja Minerba di Komisi VII DPR, menggunakan forum rapat dengar pendapat untuk memengaruhi pihak Kementerian ESDM.

Dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Eni mengaku membantu Samin Tan atas permintaan Mekeng yang saat itu Ketua Fraksi Golkar. Atas jasanya, ia menerima imbalan Rp 5 miliar dari Samin Tan. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top