Suap Proyek PLTU Riau-1

Sofyan Basir Dituntut 5 Tahun Karena Bantu Eni Saragih Dapat Suap

publicanews - berita politik & hukumEks Dirut PLN Sofyan Basir berbincang dengan kuasa hukumnya dalam sidang kasus dugaan suap ptoyek PLTU Riau-1 di Pengadilan Tipikor Jakarta, 16 September 2019.
PUBLICANEWS, Jakarta - Bekas Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir dituntut hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan. Jaksa Penuntut Umum pada KPK menilai Sofyan terbukti terlibat praktik suap dalam pengurusan Proyek PLTU Riau-1.

"Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan korupsi sebagaimana dakwaan pertama," ujar Jaksa Wawan saat membacakan tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (7/10).

Dalam surat dakwaan, Sofyan disebut membantu memfasilitasi pemberian suap dari pemilik BlackGold Natiral Resources Johanes Budisutrisno Kotjo kepada anggota DPR Eni Maulani Saragih dan Menteri Sosial Idrus Marham. Jaksa juga menyebut eks Direktur Utama Bank BRI itu melakukan pemufakatan jahat.

Pemufakatan jahat yang dimaksud adalah membantu politikus Golkar Eni Saragih mendapatkan suap dari Kotjo sebagai imbalan atas kontran pengerjaan proyek PLTU Riau-1.

Jaksa KPK juga mendakwa Sofyan Basir berperan aktif memerintahkan jajaran PT PLN agar kesepakatan dengan Kotjo segera direalisasi. Sofyan bahkan melanggar sejumlah aturan untuk memuluskan agar proyek tersebut bisa digarap Kotjo. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top