Rizal Djalil dan Penyuapnya Dikonfrontasi Penyidik?

publicanews - berita politik & hukumAnggota BPK Rizal Djalil menuju ruang pemeriksaan Gedung KPK sebagai saksi kasus suap proyek SPAM di Kementerian PUPR, 4 Oktober 2019. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Hari ini untuk pertama kali KPk memanggil Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai tersangka. Pada saat bersamaan, penyidik juga memanggil tersangka penyuapnya Komisaris Utama PT Minarta Dutahutama Leonardo Jusminta Prasetyo.

KPK menduga Rizal dan Leonardo terlibat kasus suap dalam proyek sistem penyediaan air minum (SPAM) Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Keduanya tidak ditahan. Ada kemungkinan pemeriksaan keduanya untuk mengkonfrontasi keterangan.

"Keduanya diperiksa dalam kapasitas tersangka," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Senin (7/10).

Komisi antirasuah menduga Rizal menerima suap 100 ribu dolar Singapura, atau Rp 1 miliar lebih, dari Leonardo. Suap itu diduga sebagai imbalan karena Rizal telah membantu Minarta Dutahutama mendapatkan proyek SPAM jaringan Distribusi Utama (JDU) Hongaria dengan pagu anggaran Rp 79,27 miliar.

Diperiksa Sebagai Saksi, Rizal Djalil Enggan Komentari Status Tersangkanya

Pada 30 September lalu, penyidik juga memanggil keduanyta secara bersamaan, Rizal sudah datang, namun ia meminta dijadwal ulang karena sakit.

Sebagai pihak penerima, Rizal disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor.

Sedangkan sebagai pihak pemberi suap, Leonardo disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU yang sama, juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top