Korupsi Pejabat BUMN

Direktur PT APP Wisnu Raharjo Dipanggil KPK

publicanews - berita politik & hukumDirut PT INTI Darman Mappangara menunggu pemeriksaan di lobi Gedung KPK, Jakarta Selatan, 5 September 2019. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - KPK menjadwalkan pemeriksaan Direktur PT‎ Angkasa Pura Propertindo (APP) Wisnu Raharjo dalam kasus dugaan suap proyek pengadaan Baggage Handling System (BHS). Kasus ini menjerat dua perusahaan BUMN, yakni PT Angkasa Pura (AP) II yang merupakan induk perusahaan APP dan PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI).

Semula KPK menetapkan dua tersangka, yaitu Direktur Keuangan AP II Andra Y Agussalam dan staf Inti Taswin Nur. Belakangan KPK juga menjerat Dirut Inti Darman Mappangara.

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka DMP," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Senin (7/10).

Selain Wisnu Rahardja, penyidik juga memanggil Operation Service Procurement Senior Officer AP II Rusmalia.

Penetapan tersangka terhadap Darman merupakan pengembangan dari kasus yang telah menjerat Andra dan Taswin Nur. KPK menduga Darman bersama-sama Taswin menyuap Andra untuk mengawal proyek BHS yang dikerjakan oleh INTI.

KPK Segera Panggil Lagi Darman Mappangara sebagai Tersangka

Pada 2019, INTI mengerjakan sejumlah proyek AP II, seperti Visual Docking Guidance System (VGDS) dengan nilai proyek Rp 106,48 miliar, Bird Strike senilai Rp 22,85 miliar, serta pengembangan bandara beranggaran Rp 86,44 miliar.

Selain itu, anak perusahaan PT Telkom itu juga memiliki daftar prospek proyek tambahan di APP. Poyek tersebut adalah X-Ray 6 bandara senilai Rp 100 milia, BHS di enam bandara senilai Rp 125 miliar, VDGS senilai Rp 75 miliar, serta proyek radar burung senilai Rp 60 miliar.

Atas perbuatannya, Darman disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top