Aher Kembali Tegaskan Perubahan RDTR untuk Meikarta Tidak Lewat Mejanya

publicanews - berita politik & hukum
PUBLICANEWS, Jakarta - Mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengatakan, pemeriksaannya masih seputar tugas Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD) yang pernah dipimpin oleh Sekda Iwa Karniwa. Posisi Ketua BKPRD kemudian diganti oleh Wagub (saat itu) Deddy Mizwar. 

Hal tersebut diungkapkan Aher setelah menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka Iwa Karniwa dalam kasus dugaan suap proyek Meikarta 2018.

"Tadi ditanya kenapa diganti (Deddy Mizwar). Saya jawab pergantian itu sesuai dengan aturan, setelah kita konsultasi ke berbagai tempat termasuk kalau di analisa Biro Hukum pergantian itu boleh," kata Aher di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (4/10) petang.

Penyidik KPK, Aher menambahkan, juga masih mengonfirmasi soal perubahan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten Bekasi 2027 untuk mengakomodasi kepentingan perizinan proyek Meikarta di Cikarang. Namun Aher mengaku tidak mengetahui teknis pembahasan, sepengetahuannya lahan yang disahkan untuk proyek properti mewah milik Lippo Group hanya seluas 84,6 hektar.

Aher mengatakan, proses perubahan Perda RDTR Kabupaten Bekasi tidak sampai ke mejanya. "Belum sampai pada saya dan saya tidak tahu," ujar Aher.

Mengenai pertemuannya dengan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin saat itu di Moskow, Rusia, Aher enggan menjawab. Ia mengatakan soal tersebut sudah ia klarifikasi ke penyidik KPK.

"Udah, udah. Waktu itu udah dijawab," ujar Aher. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top