Suap Proyek SPAM

Diperiksa Sebagai Saksi, Rizal Djalil Enggan Komentari Status Tersangkanya

publicanews - berita politik & hukumAnggota IV BPK Rizal Djalil usai menjalani pemeriksaan kasus dugaan suap proyek SPAM di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (4/10) sore. (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Diperiksa penyidik KPK, Auditor BPK Rizal Djalil mengatakan, ia hanya dimintai keterangan sebagai saksi untuk tersangka Komisaris PT Minarta Dutahutama Leonardo Jusminta Prasetyo. Rizal dan Leonardo adalah sama-sama tersangka dalam kasus dugaan suap proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) pada Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR.

KemenPUPR, untuk tersangka Komisaris PT Minarta Dutahutama, Leonardo Jusminta Prasetyo (LJP). Rizal keluar dari Gedung KPK sekitar pukul 15.30 WIB.

"Saya diminta keterangan sebagai saksi ya. Saya ulangi, saya diminta keterangan sebagai saksi saudara L dan semuanya sudah saya jelaskan ke penyidik," ujar Rizal di depan lobi Gedung KPK, Jakarta, Jumat (4/10) pukul 15.30 WIB, seusai pemeriksaan.

Politikus Partai Golkar itu enggan membeberkan materi pemeriksaannya. "Nanti aja ya, kalau substansi nanti. Untuk pemeriksaan hari ini silakan tanyakan ke penyidik," katanya.

Begitu pula saat disinggung soal statusnya sebagai tersangka, Rizal enggan berkomentar. "Nanti aja, nanti aja," ujarnya.

Ayah politikus PAN Dipo Nurhadi Ilham itu menyatakan akan bersikap kooperatif bila penyidik memerlukan keterangannya, baik sebagai saksi maupun tersangka.

"Saya siap memberikan keterangan lagi kalau diperlukan," ia menegaskan.

Rizal Djalil Sakit pada Pemeriksaan Perdananya

Nama Rizal tidak masuk dalam daftar saksi pada hari ini. Jubir KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi mengatakan, pemeriksaan Rizal hari ini merupakan penjadwalan ulang pemeriksaan pada 30 September 2019 kemarin. Saat itu Rizal mengeluh sakit hingga akhirnya ia urung diperiksa.

"Rizal Djalil diperiksa sebagai saksi untuk tersangka LJP. Penjadwalan ulang dari pemeriksaan sebelumnya," ujar Febri.

KPK menduga Rizal menerima 100 ribu dolar Singapura, atau Rp 1 miliar lebih, dari Leonardo sebagai jasa atas bantuannya sehingga Minarta mendapatkan proyek SPAM.

KPK menjerat Rizal dengan Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor.

Sedangkan sebagai pihak pemberi, Leonardo disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU yang sama juncto Pasal 5. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top