Suap Proyek SPAM

KPK Panggil Mantan Irjen Kementerian PUPR Rildo Ananda

publicanews - berita politik & hukumEks Irjen Kementerian PUPR Rildo Ananda Anwarseusai memberi keterangan di Gedung KPK, Jakarta, 12 April 2019. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Mantan Inspektur Jenderal Kementerian Pekerjaan Rumah dan Perumahan Rakyat (PUPR) Rildo Ananda Anwar dimintai keterangan KPK dalam kasus suap proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) 2017-2018. Ia diperiksa bersama dua pejabat Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR.

"Yang bersangkutan dijadwalkan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka LJP (Komisaris Utama PT Minarta Dutahutama Leonardo Jusminarta Prasetyo)," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (4/10).

Dua pejabat Ditjen Cipta Karya yang turut menjadi saksi tersebut adalah anggota Kelompok Kerja (Pokja) Pengadaan Proyek 2017 Suprayitno dan Kepala Sub Bagian Tata Usaha Direktorat Pengembangan SPAM Lestaryo Pangarso.

Penyidik juga memanggil empat saksi swasta, yakni Development Manager PT Bayu Surya Bakti Konstruksi (BSBK) I Nyoman Yasanegara. Lalu bagian keuangan PT Wijaya Kusuma Emindo (WKE) dan PT Tashida Sejahtera Perkasa (TSP) Michael Andry Wibowo serta Direktur Utama BSBK Olly Yusni Ariani.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Anggota IV BPK Rizal Djalil dan Leonardo sebagai tersangka kasus suap proyek SPAM. Rizal diduga menerima suap 100 ribu dolar Singapura dari Leonardo. Suap sebagai jasa atas bantuan Rizal sehingga Minarta mendapatkan proyek SPAM.

Rizal disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor.

Sedangkan sebagai pihak pemberi, Leonardo disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU yang sama juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top