Suap Izin Reklamasi

Penahanan Nurdin Basirun Kembali Diperpanjang

publicanews - berita politik & hukumGubernur nonaktif Kepri Nurdin Basirun usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (3/10) petang. (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - KPK kembali memperpanjang penahanan Gubernur nonaktif Kepulauan Riau Nurdin Basirun sebulan lagi. Nasib sama dialami dua tersangka lainnya dalam kasus suap penerbitan izin prinsip dan lokasi pemanfaatan laut, proyek reklamasi di wilayah pesisir Kepri.

Keduanya adalah Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Edy Sofyan dan Kepala Bidang Perikanan Tangkap Budi Hartono.

"Hari ini dilakukan perpanjangan penahanan untuk 3 orang tersangka selama 30 hari, dimulai tanggal 9 Oktober sampai dengan 7 November 2019," ujar Jubir KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (3/10) petang.

Dalam kasus ini ada lima tersangka, dua lainnya adalah terduga penyuap Abu Bakar dan pengusaha Kock Meng. Empat orang pertama diamankan dalam OTT pada 10 Juli 2019. Kock Meng menyusul sebagai tersangka pada Kamis (12/9) pekan lalu.

Nurdin dan dua anak buahnya diduga menerima suap Rp 159 juta dari Abu Bakar atas penerbitan izin reklamasi resor dan kawasan wisata Tanjung Piayu, Batam.

KPK juga menyita duit Rp 6,1 miliar yang diduga terkait gratifikasi Nurdin yang diamankan dsaat OTT dan penggeledahan di rumah dinas Nurdin. Uang dalam pecahan berbagai valuta asing ditemukan berserakan di kamarnya. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top