KPK Tahan Tiga Pejabat Pajak Kanwil Khusus Jakarta

publicanews - berita politik & hukumKepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) PMA Tiga Kanwil Jakarta Khusus Yul Dirga Yul Dirga resmi ditahan KPK seusai menjalni pemeriksaan pada Kamis (3/10) sore. (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - KPK resmi menahan tiga orang tersangka kasus dugaan suap untuk mengurangi atau restitusi pajak PT Wahana Auto Ekamarga (WAE). Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) PMA Tiga Kanwil Jakarta Khusus Yul Dirga keluar Gedung KPK lebih dahulu, yakni sekitar pukul 17.03 WIB.

Saat keluar Yul telah mengenakan rompi tahanan dan diborgol. Ia memilih bungkam saat dikonfirmasi media soal penahanannya ini. Yul Dirga hanya menundukkan kepala dan bergegas masuk ke dalam mobil tahanan.

Tak lama kemudian berturut-turut menyusul tersangka M Naim Fahmi dan Jumari keluar.

Jubir KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi mengatakan, para tersangka ditahan di dua rutan berbeda. Yul dan Jumari menghuni Rutan cabang KPK belakang gedung Merah Putih, sementara Naim Fahmi diinapkan di Rutan cabang KPK di Pomdam Jaya Guntur.

Yul Dirga Atur 'Solusi Damai' Pajak PT WAE, Begini Modusnya

"Ditahan selama 20 hari pertama," ujar Febri melalui pesan singkat, Kamis (3/10).

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan Komisaris PT WAE Darwin Maspolim sebagai pemberi suap. Sementara empat orang pegawai Kemenkeu yakni, Yul Dirga, Hadi, M Naim Fahmi, dan Jumari diduga sebagai pihak penerima.

Mereka diberi duit oleh Darwin senilai Rp 1,8 miliar agar menyetujui pengajuan restitusi pajak PT WAE tahun pajak 2015 sebesar Rp 5,03 miliar dan tahun pajak 2016 sebesar Rp 2,7 miliar.

PT WAE merupakan perusahaan penanaman modal asing yang menjalankan bisnis dealer hingga servis berbagai merek mobil seperti Jaguar, Bentley, Land Rover, dan Mazda. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top