Suap Impor Bawang

Direktur Operasional PT Pertani Lalan Sukmaya Diperiksa KPK

publicanews - berita politik & hukumEks anggota Komisi VI DPR dari F-PDIP I Nyoman Dhamantra masuk mobil tahanan seusai pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, 9 Agustus 2019. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Direktur Operasional PT Pertani Lalan Sukmaya dipanggil KPK. Sedianya Lalan akan diperiksa untuk kasus dugaan suap yang menjerat politisi PDIP I Nyoman Dhamantra. Selain Lalan, KPK juga memanggil saksi wiraswasta, yakni Al Amin dan Mohamad Idris, serta Made Ayu Ratih.

"Saksi dijadwalkan diperiksa untuk tersangka IYD (I Nyoman Dhamantra)," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Kamis (3/9).

Dalam kasus ini, KPK menduga kuat Dhamantra mendapat janji menerima commitment fee dari bos PT Cahaya Sakti Argo (CSA) Chandry Suanda alias Afung sebagai imbalan membantu mengurus proses izin impor bawang putih.

Adapun fee yang dijanjikan yakni Rp 1.700 hingga Rp 1.800 dari setiap kilogram bawang putih yang diimpor CSA. Sementara kuota impor bawang putih untuk 2019 sebesar 20 ribu ton.

KPK Geledah Kantor dan Rumah Penyuap Nyoman Dhamantra

Dalam perjalanan pembahasan tersebut muncul angka untuk mengurus izin impor sebesar Rp 3,6 miliar. Penyidik menduga Dhamantra baru menerima Rp 2 miliar dari kesepakatan, yang ia terima melalui transfer ke money changer Indocev yang dikelola anak politisi PDIP itu.

Atas perbuatannya, I Nyoman Dhamantra disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor, sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Untuk proses penyidikan kasus ini, KPK juga telah memperpanjang penahanan tiga orang tersangka selama sebulan kedepan terhitung sejak 7 Oktober hingga 5 November 2019. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top