Suap Impor Bawang

KPK Perpanjang Penahanan Nyoman Dhamantra Sebulan

publicanews - berita politik & hukumEks anggota Komisi VI DPR I Nyoman Dhamantra seusai menjalani pemeriksaan kasus dugaan suap impor bawang putih di Gedung KPK, Jakarta, beberapa waktu lalu. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - KPK memperpanjang penahanan mantan anggota DPR Komisi VI DPR I Nyoman Dhamantra untuk sebulan ke depan. Penyidik masih membutuhkan keterangan politikus PDIP itu dalam kasus suap kuota impor bawang putih.

"Penahanan tersangka IYD diperpanjang selama 30 hari, terhitung sejak 7 Oktober-5 November 2019," ujar Jubir KPK Febri Diansyah melalui pesan singkat, Rabu (2/10).

Dhamantra adalah tersangka kasus dugaan suap rekomendasi impor produk hortikultura (RIPH) dari Kementerian Pertanian dan surat persetujuan impor (SPI) dari Kementerian Perdagangan. Kedua surat impor tersebut untuk komoditas bawang putih.

Pengumuman Dhamantra sebagai tersangka bersamaan Kongres PDIP, KPK kemudian menjemput Dhamantra di Bandara Soekarno-Hatta pada 8 Agustus 2019. Ia menjadi tersangka bersama lima orang lainnya, yakni pengusaha Mirawati Basti, Elviyanto, Chandry Suanda, Doddy Wahyudi, dan Zulfikar.

KPK Geledah Ruang Kerja Nyoman Dhamantra

Dhamantra diduga meminta fee Rp 3,6 miliar untuk membantu Chandry dan Doddy mengurus RIPH dan SPI. Chandry dan Doddy terlebih dulu bertemu Mirawati serta swasta Elviyanto guna memuluskan urusan impor itu.

Dalam kesepakatan tersebut, Dhamantra mematok komitmen fee Rp 1.700-Rp 1.800 dari setiap kilogram bawang putih yang diimpor. Sementara kuota impor bawang putih untuk 2019 sebesar 20 ribu ton.

Penyidik menduga Dhamantra baru menerima uang Rp 2 miliar dari kesepakatan itu. Uang diterimanya melalui transfer dari money changer Indocev miliknya. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top