Suap DAK Pegunungan Arfak

KPK Panggil Eks Anggota Komisi XI I Gusti Agung Rai Wirajaya

publicanews - berita politik & hukumMantan Anggota DPR Fraksi PAN Sukiman resmi ditahan seusai pemeriksaannya di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (1/8) petang. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Mantan anggota Komisi XI DPR I Gusti Agung Rai Wirajaya diperiksa KPK dalam kasus dugaan suap pengurusan dana perimbangan APBN-P 2017 dan APBN 2018 untuk Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat‎.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, Gusti Rai akan dimintai keterangannya sebagai saksi untuk melengkapi berkas tersangka politikus PAN Sukiman.

"I Gusti Agung Rai Wirajaya dipangil dalam kapasitasnya sebagai saksi," kata Febri saat dikonfirmasi, Rabu (2/10)

KPK telah memperpanjang masa penahanan Sukiman untuk 30 hari ke depan terhitung sejak 30 September 2019. Sukiman diduga menerima suap dari Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pegunungan Arfak Natan Pasomba sebesar Rp 2,65 miliar dan 22 ribu dolar AS. Uang ia terima antara Juli 2017 hingga April 2018 melalui perantara beberapa pihak.

Anggota Komisi XI Achmad Hafisz Tohir Diperiksa untuk Koleganya Sukiman

Natan Pasomba menyogok Sukiman karena telah membantu mengatur penetapan alokasi anggaran Pegunungan Arfak. Dari pengaturan tersebut akhirnya Kabupaten Pegunungan Arfak mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) pada APBN-P 2017 sebesar Rp 49,915 miliar dan DAK pada APBN 2018 sejumlah Rp 79,9 miliar.

Kasus yang menjerat Sukiman dan Natan ini merupakan pengembangan dari fakta-fakta persidangan eks anggota Komisi XI Amin Santono, Kasie Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Permukiman Ditjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Yaya Purnomo, konsultan Eka Kamaludin, serta kontraktor Ahmad Ghiast.

Keempat orang itu telah divonis bersalah oleh Pengadilan Tipikor Jakarta. Adapun Sukiman menjadi tersangka pada Januari 2019 dan ditahan pada 1 Agustus lalu. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top