Suap Proyek Infrastruktur

Dua Politisi PKB Ini Kompak Ngaku Tidak Kenal Hong Artha

publicanews - berita politik & hukumPolitisi PKB Helmy Faishal Zaini seusai menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus suap proyek infrastruktur di Gedung KPK, Jakarta, Senin (30/9) siang. (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Politisi PKB Helmy Faishal Zaini mengaku tidak mengenal sosok tersangka Direktur dan Komisaris PT Sharleen Raya Hong Artha. Hal ini diungkapkannya usai menjalani pemeriksaan dalam kasus korupsi proyek pembangunan jalan milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) 2016.

"Saya ditanya soal Hong Artha itu dan saya tidak kenal," ujar Helmy di Gedung KPK, Jakarta, Senin (30/9) siang.

Hal senada diungkapkan koleganya separtai, yakni Fathan Subchi, yang lebih dulu selesai menjalani pemeriksaan. Fathan mengaku tak mengenal Hong Artha. "Saya enggak kenal, enggak tahu," ujar Fathan yang keluar lobi Gedung KPK sekitar pukul 12.19 WIB.

Soal materi penyidikan, baik Helmy maupun Fathan enggan menjelaskan.

KPK menduga Hong Artha adalah salah satu pihak yang turut memberikan uang kepada eks Kepala BPJN IX Maluku dan Maluku Utara Amran H Mustary dan eks anggota Fraksi PDIP Damayanti Wisnu Putranti. Kepada Amran, Hong total memberi sogokan total Rp 10,6 miliar uang diserahkan secara bertahan.

Adapun Damayanti menerima suap Rp 1 miliar pada November 2015.

Proyek ini merupakan aspirasi anggota Komisi V DPR pada Kementerian PUPR tahun anggaran 2016. Selain Damayanti, koleganya di Komisi V yang sudah menjalani vonis masing-masing adalah Budi Supriyanto, Andi Taufan Tiro, Musa Zainuddin, dan Yudi Widiana Adia.

KPK menjerat Hong Artha dengan pasal 5 ayat (1) huruf a atau pasal 5 ayat (1) huruf b atau pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top