Suap Terminasi PKP2B

Raja Batubara Samin Tan Jalani Pemeriksaan KPK

publicanews - berita politik & hukumKomisaris PT Borneo Lumbung Energy and Metal Samin Tan saat menjadi saksi kasus suap proyek PLTU Riau-1 bersama Idrus Marham. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Salah satu raja batubara Indonesia Samin Tan diperiksa KPK dalam kasus suap pengurusan Terminasi Kontrak Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) di Kementerian ESDM. Pemilik Borneo Lumbung Energy and Metal Tbk (BLEM) itu adalah tersangka penyuap eks anggota Komisi VI DPR Eni Maulani Saragih.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai tersangka," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Senin (30/9).

Samin Tan diduga menyogok Eni Rp 5 miliar untuk membantu pengurusan terminasi PKP2B PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT). ATK merupakan anak usaha PT BLEM.

Eni menyanggupi permintaan Samin Tan dan berupaya mempengaruhi pihak Kementerian ESDM, termasuk menggunakan forum Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kementerian ESDM. Atas jasanya itulah Samin memberinya uang untuk keperluan kampanye suami Eni, Muhammad Al Khadziq, yang tengah mengikuti pilkada di Temanggung, Jawa Tengah.

Eni kemudian dijerat KPK dalam kasus suap proyek PLTU Riau-1 bersama mantan Menteri Soisial Idrus Marham dan eks Dirup PT PLN Sofyan Basir.

Samin Tan disangkakan KPK melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 13 UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top