Suap Dana Hibah KONI

Eks Sesmenpora Ditanya Penggunaan Anggaran Kemenpora

publicanews - berita politik & hukumMantan Sesmenpora Alfitra Salam seusai dimintai keterangan kasus dugaan suap dana hibah KONI, di Gedung KPK, Jakarta, Senin (23/9) siang. (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Alfitra Salam mengaku dicecar penyidik KPK soal tugasnya sewaktu menjabat Sekretaris Kemenpora periode 2014-2016. Alfitra, kini anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), adalah saksi kasus dugaan suap penyaluran pembiayaan dengan Skema Bantuan Pemerintah melalui Kemenpora pada KONI 2018.

"Yang jelas saya hanya diminta tugas saya sebagai KPA (Kuasa Pengguna Anggaran) saja," ujar Alfitra seusai pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Senin (23/9) siang. Ia menjadi saksi untuk tersangka Miftahul Ulum, asisten pribadi Imam Nahrawi sebelum mengundurkan diri sebagai Menpora.

Namun Alfitra tidak menjelaskan detail penjelasannya kepada penyidik KPK. Ia akan membeberkannya saat persidangan nanti. "Ya nanti lihat aja di persidangan," kata mantan peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) itu.

Pernah Mengeluhkan Imam Nahwari, Alfitra Salam Dipanggil KPK

Ia pernah mengeluhkan soal Imam yang memintanya mencarikan uang. Cerita ini disampaikan Sekjen KONI Pusat Fuad Hamidy saat bersaksi untuk Bendahara Umum KONI Johny Awuy di Pengadilan Tipikor Jakarta.

KPK diketahui telah menetapkan Imam Nahrawi dan Miftahul Ulum sebagai tersangka suap dana hibah KONI. Selain suap, keduanya juga dijerat gratifikasi. Imam Nahrawi melalui Ulum diduga menerima uang total Rp 26,5 miliar.

Uang tersebut merupakan commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan KONI kepada Kemenpora. KPK juga menduga Imam menerima pemberian dalam kapasitasnya sebagai Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima dan penerimaan lain yang berhubungan dengan jabatannya sebagai Menpora. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top