Beri Minum Perusuh 22 Mei, 29 Pegawai Sarinah Divonis 4 Bulan

publicanews - berita politik & hukumPusat perbelanjaan Sarinah pasca rusuh 21-22 Mei 2019. (Foto: istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Sebanyak 29 pegawai pusat perbelanjaan Sarinah divonis bersalah memberi bantuan kepada terduga perusuh 21 dan 22 Mei di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Mereka terdiri terdiri atas 26 satpam, 2 orang bagian teknisi, dan 1 orang cleaning service. Semula kepolisian menahan 30 orang tetapi satu orang meninggal dalam masa tahanan.

Majelis hakim Pengadilan Jakarta Pusat dalam sidang vonis pada Kamis (19/9) menyatakan, mereka terbukti melanggar Pasal 212 jo 214 jo 56 KUHP tentang ikut membantu melakukan kejahatan dan Pasal 216 KUHP atau Pasal 218 KUHP tentang kekerasan.

Vonis ini disesalkan kuasa hukum terdakwa dari LBH Jakarta Oky Wiratama. Ia mengatakan hakim mengesampingkan fakta di persidangan. Pemberian air kepada perusuh, katanya, bukanlah tindak pidana.

"Massa aksi menyerang Kepolisian dengan batu dan petasan, bukan air. Penerapannya akan tepat jika air yang diberikan oleh terdakwa ke masa aksi, lalu direbus oleh massa aksi dan massa aksi menyiram kepolisian dengan air tersebut," kata Oky usai sidang.

Dalam kasus ini, keputusan hakim dianggap tidak adil karena akan menjadi preseden buruk bagi pemberian bantuan yang tak terkait tindak pidana.

Para pegawai Sarinah tersebut telah ditahan sejak 22 Mei di Rutan Polda Metro Jaya. Vonis 4 bulan dipotong masa tahanan membuat mereka bebas pada Senin (22/9) pekan depan.

Meski segera bebas, kata Oky, status eks narapidana tetap melekat. Status itu berdampak negatif bagi mereka. Oky mencontohkan saat mereka mencari pekerjaan.

Jaksa dalam dakwaan sebelumnya mengatakan, selain memperbolehkan perusuh masuk gedung Sarinah, juga memberi air minum dan air untuk membasuh muka, sebelum kembali ke jalanan melakukan bentrok. Mereka juga didakwa menyembunyikan perusuh. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top