Suap Dana Hibah KONI

Menpora Imam Telah Dicekal Sejak Agustus

publicanews - berita politik & hukumMenpora Imam Nahrawi seusai menjalani pemeriksaan lima jam di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (24/1) sore. (Foto: Publicanews/Dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Diam-diam KPK telah melayangkan surat pencegahan keluar negeri untuk Menpora nonaktif Imam Nahrawi kepada Direktorat Jenderal Imigrasi sebelum menetapkannya sebagai tersangka. Kasubbag Humas Ditjen Imigrasi Kemenkumham Sam Fernando mengatakan, KPK meminta pencekalan Imam sejak 23 Agustus 2019.

"Sudah. Surat diserahkan pada 23 Agustus lalu," ujar Sam Fernando saat dikonfirmasi, Kamis (19/9). Pencekalan, ia menambahkan, berlaku sampai 6 bulan ke depan.

Imam diketahui telah ditetapkan sebagai tersangka kasus pengembangan suap pemberian dana hibah Kemenpora untuk Komite Olahraga Nasional (KONI). KPK menduga politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menerima suap total Rp 26,5 miliar yang merupakan commitment fee pengurusan proposal KONI kepada Kemenpora.

KPK menjeratnya dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 12 B atau Pasal 11 UU 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Selain Imam, KPK juga menetapkan tersangka terhadap asisten pribadinya Miftahul Ulum dalam kasus yang sama. Ulum sendiri telah ditahan KPK sejak Rabu (11/9) pekan kemarin. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top