Dirjen Kemendag Oke Nurwan Diperiksa untuk Nyoman Dhamantra

publicanews - berita politik & hukumPolitikus PDIP I Nyoman Dhamantra, tersangka kasus dugaan suap pengurusan impor bawang putih. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Setelah vakum setidaknya sejak Jumat pekan lalu, hari ini KPK kembali melakukan pemeriksaan kasus yang ditanganinya. Pagi ini, penyidik memanggil Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Oke Nurwan sebagai saksi kasus dugaan suap pengurusan impor bawang.

“Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka IYD (Anggota DPR I Nyoman Dhamantra),” kata Jubir KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Selasa (17/9)

Selain Oke Nurwan, penyidik juga meminta keterangan swasta bernama Made Ayu Ratih.

Nyoman Dhamantra adalah tersangka kasus dugaan suap rekomendasi impor produk hortikultura (RIPH) dari Kementerian Pertanian dan surat persetujuan impor (SPI) dari Kementerian Perdagangan. Kedua surat impor tersebut untuk komoditas bawang putih.

KPK menetapkan tersangan terhadap politikus PDIP itu bersama lima orang lainnya. Mereka yakni pengusaha Mirawati Basti, Elviyanto, Chandry Suanda, Doddy Wahyudi, dan Zulfikar.

Dhamantra diduga meminta fee Rp 3,6 miliar untuk membantu Chandry dan Doddy mengurus RIPH dan SPI. Chandry dan Doddy terlebih dulu bertemu Mirawati serta swasta Elviyanto guna memuluskan urusan impor itu.

Dalam kesepakatan tersebut, Dhamantra mematok komitmen fee Rp 1.700-Rp 1.800 dari setiap kilogram bawang putih yang diimpor. Sementara kuota impor bawang putih untuk 2019 sebesar 20 ribu ton.

Penyidik menduga Dhamantra baru menerima uang Rp 2 miliar dari kesepakatan itu. Uang diterimanya melalui transfer dari money changer. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top