Kasus Mafia Migas

KPK Cegah Pemegang Saham Siam Group Holding Lukman Neska

publicanews - berita politik & hukumMantan Direktur Utama Petral Bambang Irianto (baju batik). (Foto: bumn.go.id)
PUBLICANEWS, Jakarta - KPK telah mengirimkan surat ke Ditjen Imigrasi Kemenkumham meminta untuk mencegah pemegang saham Siam Group Holding Lukman Neska keluar negeri. Pencekalan ini berlaku enam bulan ke depan.

Siam Holding, berkedudukan hukum di Kepulauan Virgin, pulau di Laut Karibia yang menjadi wilayah Inggris, merupakan perusahaan penampungan uang suap eks Direktur Utama Pertamina Energy Trading Limited (Petral) Bambang Irianto sebesar 2,9 juta dolar.

Suap tersebut diduga berasal dari Kernel Oil, perusahaan minyak mitra Pertamina Energy Services Pte. Ltd (PES) dalam kegiatan perdagangan produk kilang dan minyak mentah.

Ini Cara Bambang Irianto Main Mata dengan Kernel Oil

"Yang bersangkutan dilarang bepergian ke luar negeri selama 6 bulan ke depan terhitung 2 September 2019," ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah melalui pesan singkat, Rabu (11/9).

Febri mengatakan, pelarangan ke luar negeri dilakukan untuk mempermudah penyidikan kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji dalam kegiatan perdagangan minyak mentah dan produk kilang PES, selaku subsidiary company Pertamina. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top