Mafia Migas

KPK Geledah 5 Lokasi Sebelum Tetapkan Eks Dirut Petral Tersangka

publicanews - berita politik & hukumWakil Ketua KPK Laode M Syarif. (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Sebelum menetapkan tersangka mantan Direktur Utama Pertamina Energy Trading Limited (Petral) Bambang Irianto, KPK terlebih dahulu melakukan penggeledahan di lima lokasi di Jakarta. Penggeledahan berlangsung dua hari, pada 5 dan 6 September 2019.

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mengungkapkan kelima tempat tersebut adalah sebuah rumah di Jalan Pramukasari 3, Jakarta; rumah di Kompleks Ligamas, Pancoran, Jakarta Selatan; dan Apartemen Salemba Residence, Jakarta Timur.

Kemudian rumah di Cempaka Putih Timur, Jakarta Timur dan rumah di Jalan Cisanggiri II Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

"Dari penggeledahan tersebut KPK menyita dokumen pengadaan dan data aset. Dikarenakan dugaan penerimaan suap cukup signifikan maka KPK akan terus berupaya melakukan penelusuran dan asset recovery," ujar Laode di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (10/9) sore.

Dalam perkara ini KPK menduga Bambang dalam kapasitas sebagai Managing Director Pertamina Energy Service Pte. Ltd (PES) periode 2009-2013 menerima suap 2,9 juta dollar AS melalui rekening perusahaan Siam Group Holding yang berkedudukan hukum di British Virgin Island.

Uang suap tersebut terkait dengan kegiatan perdagangan produk kilang dan minyak mentah kepada PES/Pertamina di Singapura dan pengiriman kargo.

Atas dugaan tersebut, Bambang disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b subsider Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top